Labels

This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Footer Widget 2

Rabu, 09 Mei 2012

TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR


TUGAS MANDIRI TERSTRUKTUR (TMT)
 DAN TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR(TMTT)

Hari masih pagi. Bel istirahat pertama baru dibunyikan. Seorang teman tiba-tiba menyentuh lenganku. “Bu, aku mau curhat” katanya lirih tapi sangat serius. Ekspresinya mengisyaratkan kalau ia tidak menginginkan orang lain mendengar. Tak kalah serius aku cepat menoleh ke arahnya. Kudengarkan curahan hatinya per kata tanpa sebuah pun terlewat.  Ternyata ia sedang bimbang. Terlihat di mejanya empat tumpukan buku tugas murid-muridnya. Masih ada empat dari enam kelas X yang tugas-tugasnya belum dikoreksi. “Salahkah jika saya hanya menandatangani tugas-tugas ini lalu saya masukkan ke daftar nilai tanpa saya baca satu-satu dengan teliti?” akhirnya ia berterus terang.


Problem seperti di atas sering dihadapi  guru-guru mata pelajaran  bahasa Indonesia. Bukan karena teman saya seorang guru yang malas sehingga mengemukakan niatnya seperti itu. Bukan pula karena ia lebih disibukkan oleh tugas-tugas domestik. Keputusan mengutarakan keinginannya pada teman saja bisa diterjemahkan kalau ia ragu-ragu mengambil keputusan.  Artinya, ada sebuah idealisme yang tidak mudah untuk diujudkan, ada sebuah masalah yang perlu dicari jalan keluarnya, ada sebuah hambatan dalam mengekspresikan diri menjadi guru bahasa Indonesia yang profesional. Ia sadar betul bahwa tugas-tugas yang telah dikerjakan harus segera kembali kepada siswa. Para siswa ingin mengetahui komentar atau nilai yang diberikan guru. Para siswa yang pernah memperoleh nilai baik ingin mengulangi perasaan senang dan puasnya, sedangkan siswa yang belum bagus ingin melihat perubahan atau perbedaan hasil setelah berusaha lebih keras daripada sebelumnya. Tugas-tugas semakin menjadi beban guru jika dikerjakan di buku tugas, bukan lembaran-lembaran lepas. Alasannya, buku tugas akan digunakan setelah pembelajaran KD berikutnya.

Salah satu ciri implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Kendidikan  (KTSP) adalah pemberian tugas-tugas mandiri. Tugas ini terdiri atas tugas mandiri terstruktur (TMT) dan tugas mandiri tidak terstruktur (TMTT). Kedua tugas mandiri ini diberikan setelah siswa menyelesaikan suatu kegiatan belajar dalam sebuah mata pelajaran tertentu.

Tugas mandiri terstruktur adalah tugas yang harus diselesaikan seorang siswa dengan batas yang telah ditentukan oleh guru. Misalnya tugas harus dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya atau beberapa hari setelah pembelajaran. Kegiatan tugas mandiri terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemandirian belajar peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator, tutor, teman belajar. Strategi yang disarankan adalah diskoveri inkuiri dan tidak disarankan dengan strategi ekspositori.. Metode yang digunakan seperti diskusi kelompok, pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen, observasi di sekolah, eksplorasi dan kajian pustaka atau internet, atau simulasi.
Tugas mandiri tidak terstruktur merupakan tugas yang diselesaikan dan dikumpulkan pada batas maksimum yang telah ditentukan oleh guru dan siswa boleh mengumpulkannya kapan saja yang penting antara rentang batas maksimum yang telah ditentukan. Misalnya tugas paling lambat satu minggu sebelum ulangan tengah semester, satu minggu sebelum ulangan akhir semester, atau dua minggu sebelum ujian nasional, dll. Strategi yang digunakan adalah diskoveri inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau proyek.

Kompetensi dasar (KD) mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas X semester 2 berjumlah 18. Jika setiap KD diakhiri dengan pemberian tugas mandiri terstruktur  berarti ada 18 TMT yang harus dikoreksi guru. Dalam satu semester biasanya dilakukan tiga kali ulangan harian (UH). Seandainya tugas mandiri tidak terstruktur (TMTT) diberikan sekali dalam satu semester, maka di semester 2 seorang guru bahasa Indonesia kelas X harus mengoreksi pekerjaan siswa sejumlah 22 X 6 kelas X 32 siswa. Jumlah tersebut belum termasuk  ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan akhir semester (UAS). Jika disederhanakan ada 24 pekerjaan per siswa yang harus dikoreksi seorang guru bahasa Indonesia kelas X di semester 2. Bisa dibayangkan betapa seorang guru bahasa Indonesia harus menyediakan waktu untuk mengoreksi tugas sebanyak itu di samping tugas 24 jam mengajar per minggu, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, melakukan penilaian atau pengukuran kemajuan belajar siswa, menganalisis hasil ulangan, memberikan remedial teaching dan memberikan program pengayaan, serta membuat nilai rapor baik  aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap setiap siswa yang diampu.

Dalam pendekatan Whole Language dikatakan bahwa tidak setiap tugas selalu harus dikoreksi ,dibaca teliti, atau dinilai satu-satu. Artinya, untuk beberapa KD guru dapat membagi siswa dalam kelompok dan guru memberi nilai atau respons per kelompok. Lebih baik tugas tetap diberikan walaupun tidak setiap tugas dibaca cermat dan dinilai daripada siswa tidak melakukan aktivitas pembelajaran yang dituntut setiap KD. Ini dilakukan agar setiap siswa memiliki kompetensi setiap KD. Guru wajib memiliki kemampuan memilah tugas-tugas yang harus dikoreksi secara teliti, satu-satu, dan diberi nilai serta tugas yang cukup ditandatangi dan diulas secara klasikal atau kelompok. Begitu saya menjawab kegalauan  seorang teman.

0 komentar:

Poskan Komentar